
Etnografi Komunikasi sebagai salah satu cabang ilmu linguistik
yang masih relatif baru, merupakan ilmu interdisipliner yang
menggabungkan antara disiplin linguistik dan antropologi. Etnografi
komunikasi melengkapi kehadiran cabang-cabang linguistik yang lain
seperti, Pragmatik, semantik, sintaksis, morfologi, dan fonologi. Kini di
berbagai perguruan tinggi, khususnya pada jurursan-jurusan ilmu
humaiora, disiplin iilmu etnografi komunikasi mulai diminati bahkan
sudah menjadi mata kuliah yang ditawarkan kepada mahasiswa yang
mendalami ilmu linguistik dan juga ilmu komunikasi. Hal ini seiring
dengan situasi dan kondisi wilayah Indonesia yang multietnik. Oleh
karena itu, penelitian-penelitian yang berkaitan dengan etnik, bahasa, dan
budayanya tentu semakin menarik perhatian para ilmuwan. Kontribusi
penelitian etnografi komunikasi semakin nyata dalam menyelesaikan
persoalan-persoalan / konflik-konflik intra dan antaretnik di masyarakat
yang disebabkan kegagalan komunikasi. Selain itu, kajian Etnografi
Komunikasi dapat sebagai alternatif upaya pemertahanan bahasa-bahasa
etnik yang semakin hari terancam kepunahannya. Secara teoritis
penelitian etnografi komunikasi telah membantu memperkaya teori-teori
etnografi komunikasi, ilmu linguistik, dan ilmu komunikasi.